Bisnis Franchise atau Usaha Waralaba adalah metode Usaha Waralaba dengan hubungan kontrak kerja antara pemilik waralaba (franchisor) dan penerimanya (franchisee).
Sebagai franchisee, kamu hanya perlu membeli lisensi kerja sama dan menjual produk si pemilik Waralaba selama periode kontrak yang disepakati. Nanti, supply peralatan, bahan masakan, sampai pekerja, bakal disediakan sama pemilik Waralaba.
Kedengarannya gampang dan simpel kan? Risikonya pun gak sebesar kalau bikin bisnis sendiri dari nol.
Meski begitu, kalau kamu tertarik menjalankan Usaha Waralaba ini, ada beberapa tips dan strategi jitu yang bisa kamu terapkan supaya Bisnis Usaha Franchise Fried Chicken Crispyku cepat berkembang. Berikut di antaranya:
- Jangan ragu buat tambah unit
Karena sudah memiliki sistem yang jelas dan terarah, gak dibutuhin waktu lama untuk mengetahui apakah Bisnis Usaha Franchise Fried Chicken Crispyku sukses atau gagal.
Saat Bisnis Usaha Franchise Fried Chicken Crispyku terlihat lancar dan maju, kini saatnya kamu mengembangkan bisnis dan menambah unit untuk memperluasnya. Terlebih lagi, kebanyakan franchisor menawarkan harga yang lebih rendah untuk tambahan unit baru. Sebab, kamu dianggap sudah memahami sistem dan gak membutuhkan banyak support.
- Bantu pemilik brand Waralaba untuk tumbuh
Bisa dibilang, kamu dan franchisor merupakan satu tim. Artinya, kesuksesanmu juga bakal mendukung berkembangnya brand Waralaba si franchisor.
Dengan begitu, perlu dibentuk hubungan dan jalinan kerja sama yang bersifat win-win. Cuma dengan cara ini, kamu bakal melihat bahwa seluruh pihak (franchisor, franchisee, konsumen, karyawan) merasakan dampak positifnya dari bisnismu.
- Pelajari soal bisnis Usaha Waralaba
Sebelum memutuskan untuk membeli Bisnis Usaha Waralaba tertentu, jangan malas buat riset dan mempelajari soal seluk-beluk bisnis ini. Gak cuma soal memilih brand mana yang paling cocok, tapi juga bagaimana strategi dan potensi Bisnis Usaha Waralaba di Indonesia. Emang mau, setelah beli terus bisnis franchise-mu langsung gulung tikar karena kamu salah perhitungan?
CARA MENENTUKAN FRANCHISE FEE DAN ROYALTY FEE
Saat memulai Bisnis Usaha Franchise Fried Chicken Crispyku, tentunya saat-saat yang paling menyenangkan bagi franchisor. Fokus perhatian dan semangat tercurah sepenuhnya untuk membangun Bisnis Usaha Franchise Fried Chicken Crispyku agar cepat ekspansi. Namun kadang tidak jarang perusahaan-perusahaan yang akan menjual franchise untuk pertama kalinya menemui kesulitan untuk menentukan franchise fee dan royalty fee yang akan dibebankan kepada franchisee-nya.
Franchise fee dapat didefinisikan sebagai biaya pembelian hak franchise untuk jangka waktu tertentu.Franchise Fee yang dibayarkan kepada franchise dapat dikatakan sebagai “penghargaan” atas pengalaman franchisor menjalankan format bisnis yang diduplikasi dengan sistem franchise. Terlebih format bisnis yang ditawarkan telah dapat dibuktikan kesuksesannya.
Royalty Fee dapat didefinisikan sebagai kontribusi bagi hasil dari pendapatan franchisee (biasanya dari penjualan) atas penggunaan HKI (Hak Kekayaan Intelektual) milik franchisor dalam menjalankan bisnis. Dengan demikian, terlepas franchisee sedang mengalami untung atau rugi, franchisee tetap wajib membayar royalty fee. Namun dibalik itu, Franchisor pun berkewajiban untuk membantu franchisee untuk meningkatkan pendapatannya agar royalty yang dibayarkan oleh franchisee juga semakin besar.
Dalam menentukan Franchise Fee dan Royalty Fee, ada 3 pendekatan yang dapat dilakukan, yaitu:
Pendekatan market oriented dilakukan dengan membandingkan indeks Franchise Fee dan Royalty Fee dari industri sejenis menggunakan data yang dikeluarkan oleh asosiasi atau lembaga tertentu yang berkaitan tentang franchise.
Pendekatan customer oriented dilakukan dengan memprediksikan kemampuan calon customer diwilayah tertentu, karena mayoritas daya beli berbeda, baik untuk calon Franchisee maupun untuk konsumen Bisnis Usaha Waralaba kita. Oleh karena itu, nilai Franchise Fee dan Royalty Fee akan bervariasi bergantung wilayahnya.
Pendekatan cost oriented dilakukan dengan menghitung seluruh biaya yang dibutuhkan oleh franchisor untuk mengembangkan sistem franchise, mempromosikan paket franchise hingga support kepada franchisee nya. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian secara kualitatif dan kuantitatif untuk menentukan Franchise Fee dan Royalty Fee dengan menggunakan pendekatan cost oriented ini. Untuk melakukan perhitungan Franchise Fee dan Royalty Fee dapat dilakukan dengan simulasi keuangan sehingga didapat formula yang pas berapa besaran Franchise Fee dan Royalty Fee yang optimal bagi Franchisor dan Franchisee.
Copyright 2013 Crispyku. Designed by